Nostalgia Iwan Fals & Kelompok Kampungan

Jakarta, Obsessionnews – Apa jadinya, jika para legenda musik Indonesia reuni sambil berkolaborasi main musik bareng? Kali ini Iwan Fals yang berkolaborasi dengan Bram Makahekum, dedengkot Kelompok Kampungan, yang sangat popular di tahun 1970-an itu. Lewat acara yang bertajuk Nyanyian Bangsa, mereka menyanyikan lagu yang menggelorkan semangat Sumpah Pemuda 1928. Dengan jujur Iwan mengakui jika dirinya ketika awal berkarir dan tampil di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, sangat mengidolakan Kelompok Kampungan, yang didirikan tahun 1975 itu. Makanya dirinya memutuskan bergabung dengan Bengkel Teater, pimpinan almarhum WS Rendra, di mana Bram, juga tergabung di dalamnya. “Kelompok ini unik banget, dan penuh kreatifitas. Dari sisi musikalitas, kelompok ini aneh dan unik karena main main pakai gong, bonang, hingga rebana. Saya sebagai orang yang lebih muda dari Bram ingin sekali kelompok ini tetap ada agar menunjukan ini loh Indonesia punya musik seperti ini. Mudah-mudahan Bram tidak terlena dan tetap pada jalurnya untuk membuat pertunjukan karena masih banyak orang menunggu karya beliau,” ungkap Iwan Fals , usai pagelaran “Nyanyian Bangsa” di Graha Bakti Budaya, TIM. Konser sendiri digelar dua hari, 27-28 Oktober lalu.
Pertunjukan ini dibuka oleh Bram dengan membawakan lagu-lagu andalannya seperti, “Wanita”, “Drama”, “Ratna”, “Bung Karno” dan “Janji Presiden”. Acara ‘pecah’ saat sang idola, Iwan Fals muncul dengan gaya santai berselempang gitar langsung duet dengan Bram menyanyikan beberapa lagu ciptaan Kelompok Kampungan. Seperti, lagu ‘Kalau’. Dengan irama yang menghentak membuat keduanya bernyanyi sambil bergoyang. Kontan penonton pun ikut bergoyang. Konser ini juga menyuguhkan dialog ringan antara Iwan Fals dan Kelompok Kampungan sehingga penonton tertawa. Iwas Fals juga membawakan lagu miliknya “Bongkar”, kontan para penonton ikut bernyanyi. Selain Iwan Fals, acara ini juga dimeriahkan oleh para budayawan, aktivis, dan sastrawan Indonesia seperti Radhar Panca Dahan yang berorasi kebudayaan di konser ini. Konser yang digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ini membuat penonton mengenang masa Orde Baru dimana terdapat lagu yang liriknya bercerita tentang masa itu. Salah satunya lagu “Mereka Mencari Tuhan”. Kelompok Kampungan terbentuk tak lepas dari pengaruh Bengkel Teater, yang digawangi W.S. Rendra, pada dekade yang sama. Pengaruh itu tampak dari lirik-liriknya yang lugas dan sarat kritik. Bram sendiri merasa terhormat lantaran Iwan Fals sejak dulu mengagumi dirinya. “Kami juga bersyukur karena bisa berkolaborasi untuk peringatan Sumpah Pemuda ini,” ujar Bram.
“Sumpah Pemuda itu karya besar bangsa Indonseia, betul-betul setara dengan kemerdekaan. Sebelum merdeka para pemuda sudah memproklamasikan. Tanah air satu, tanah Indonesia. Berbangsa satu, Bangsa Indonesia. Belum ada Replubik Indonesia pada saat itu,” ujar Bram. Para penonton disuguhi musik yang berbeda karena lagu-lagu Kelompok Kampungan diaransemen ulang mengikuti perkembangan zaman. Seperti dimasukannya unsur musik reggae. Berbagai alat music mulai dari gamelan, bonang, hingga gong megiringi nyanyian Bram. “Kendalanya yang dihadapi adalah di alat musik Bonang. Bonang itu kan biasanya kalau dalam tangga nada Jawa itu bunyinya do mi fa sol si do, tapi ini ada do re ri mi fa fi sol la si do. Tantangannya disitu. Begitu juga dengan alat musik Gong yang berjumlah 13 ini,” kata Guntur Nur Puspito selaku Music Director. Konser ini juga menyuguhkan dialog ringan antara Iwan Fals dan Kelompok Kampungan sehingga penonton tertawa. Iwas Fals juga membawakan lagu miliknya “Bongkar”, kontan para penonton ikut bernyanyi. Lewat acara ini Bram berharap anak muda jangan sampai tercabut dari akarnya. “Saat ini, kita itu sudah dijajah oleh gaya hidup,” sesal Bram. Selain itu, ia juga acara ini bisa dijadikan momentum untuk Kelompok Kampungan melahirkan keduanya. “Semoga ada produser yang tertarik,” pungkas Bram. (Tsany/Gia/Rez)Foto: Mariana Silalahi
Pertunjukan ini dibuka oleh Bram dengan membawakan lagu-lagu andalannya seperti, “Wanita”, “Drama”, “Ratna”, “Bung Karno” dan “Janji Presiden”. Acara ‘pecah’ saat sang idola, Iwan Fals muncul dengan gaya santai berselempang gitar langsung duet dengan Bram menyanyikan beberapa lagu ciptaan Kelompok Kampungan. Seperti, lagu ‘Kalau’. Dengan irama yang menghentak membuat keduanya bernyanyi sambil bergoyang. Kontan penonton pun ikut bergoyang. Konser ini juga menyuguhkan dialog ringan antara Iwan Fals dan Kelompok Kampungan sehingga penonton tertawa. Iwas Fals juga membawakan lagu miliknya “Bongkar”, kontan para penonton ikut bernyanyi. Selain Iwan Fals, acara ini juga dimeriahkan oleh para budayawan, aktivis, dan sastrawan Indonesia seperti Radhar Panca Dahan yang berorasi kebudayaan di konser ini. Konser yang digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ini membuat penonton mengenang masa Orde Baru dimana terdapat lagu yang liriknya bercerita tentang masa itu. Salah satunya lagu “Mereka Mencari Tuhan”. Kelompok Kampungan terbentuk tak lepas dari pengaruh Bengkel Teater, yang digawangi W.S. Rendra, pada dekade yang sama. Pengaruh itu tampak dari lirik-liriknya yang lugas dan sarat kritik. Bram sendiri merasa terhormat lantaran Iwan Fals sejak dulu mengagumi dirinya. “Kami juga bersyukur karena bisa berkolaborasi untuk peringatan Sumpah Pemuda ini,” ujar Bram.
“Sumpah Pemuda itu karya besar bangsa Indonseia, betul-betul setara dengan kemerdekaan. Sebelum merdeka para pemuda sudah memproklamasikan. Tanah air satu, tanah Indonesia. Berbangsa satu, Bangsa Indonesia. Belum ada Replubik Indonesia pada saat itu,” ujar Bram. Para penonton disuguhi musik yang berbeda karena lagu-lagu Kelompok Kampungan diaransemen ulang mengikuti perkembangan zaman. Seperti dimasukannya unsur musik reggae. Berbagai alat music mulai dari gamelan, bonang, hingga gong megiringi nyanyian Bram. “Kendalanya yang dihadapi adalah di alat musik Bonang. Bonang itu kan biasanya kalau dalam tangga nada Jawa itu bunyinya do mi fa sol si do, tapi ini ada do re ri mi fa fi sol la si do. Tantangannya disitu. Begitu juga dengan alat musik Gong yang berjumlah 13 ini,” kata Guntur Nur Puspito selaku Music Director. Konser ini juga menyuguhkan dialog ringan antara Iwan Fals dan Kelompok Kampungan sehingga penonton tertawa. Iwas Fals juga membawakan lagu miliknya “Bongkar”, kontan para penonton ikut bernyanyi. Lewat acara ini Bram berharap anak muda jangan sampai tercabut dari akarnya. “Saat ini, kita itu sudah dijajah oleh gaya hidup,” sesal Bram. Selain itu, ia juga acara ini bisa dijadikan momentum untuk Kelompok Kampungan melahirkan keduanya. “Semoga ada produser yang tertarik,” pungkas Bram. (Tsany/Gia/Rez)Foto: Mariana Silalahi




























