Ini Terobosan Bekraf Kembangkan Ekonomi Kreatif

Jakarta Obsessionnews.com – Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki kinerja ekonomi yang hebat. Tahun 2015 Indonesia mencatatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) 4,79%, lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan hanya mencapai 2,4%. Iklim yang positif ini tentunya menjadi momen yang tepat bagi pemerintah untuk mengokohkan pondasi perekonomian, terutama pada sektor riil.

Salah satu sektor riil yang sangat layak menjadi prioritas adalah ekonomi kreatif. Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis bahwa ekonomi kreatif kelak menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Berbeda dengan sektor lain yang sangat tergantung pada eksploitasi sumber daya alam, kekuatan ekonomi kreatif lebih bertumpu kepada keunggulan sumber daya manusia. Karya seni, arsitektur, buku, inovasi teknologi, dan animasi, berasal dari ide-ide kreatif pemikiran manusia.

Untuk mewujudkan upaya tersebut, pada 20 Januari 2015 melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Badan Ekonomi Kreatif, Presiden Jokowi membentuk lembaga baru non kementerian bernama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Badan ini bertanggung jawab terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, dan desain produk. Bidang lainnya adalah fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.

Bekraf mempunyai visi membangun Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam ekonomi kreatif pada 2030 nanti.

Presiden Jokowi memberi kepercayaan kepada Triawan Munaf sebagai Kepala Bekraf. Triawan adalah musisi dan pengusaha. Ayah penyanyi Sherina Munaf ini dilantik sebagai Kepala Bekraf oleh Presiden Jokowi di Istana Negara pada 26 Januari 2015.

Kerja Sama untuk Pengembangan Ekraf

Semenjak resmi menakhodai Bekraf, Triawan melakukan berbagai terobosan untuk pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) dengan menggandeng beberapa lembaga.

Dalam upaya pengembangan ekraf Bekraf menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dengan PT Bank Negara Indonesia (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Senin (12/6/2017).

Penandatanganan Nota Kesepahaman Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dengan Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), BPJS Kesehatan di Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Senin (12/6/2017). (Foto: Bekraf, Sunu)

Bekraf bekerja sama dengan BNI terkait pemanfaatan produk dan jasa layanan BNI bagi pengembangan usaha pelaku ekraf. Bekraf menjembatani dan mempermudah pelaku usaha ekraf binaan Bekraf mengakses produk dan jasa yang ditawarkan BNI untuk mengembangkan usaha.

Sedangkan kerja sama Bekraf dengan BRI adalah pengembangan ekraf di bidang kewirausahaan. Kerja sama yang disepakati berlaku selama tiga tahun ini berupa pemanfaaatan jasa layanan BRI, antara lain pemberian layanan, fasilitas kredit, serta penunjang peningkatan produktifitas usaha dan kesejahteraan pelaku ekraf jaringan Bekraf.

Sementara itu kerja sama Bekraf dengan BPJS Kesehatan tentang pengembangan ekraf dan optimalisasi program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Tujuan kerja sama yang berlaku tiga tahun ini mendorong perluasan kepesertaan program JKN-KIS dalam rangka pengembangan ekraf dan optimalisasi JKN-KIS.

Bekraf menyadari produk dan jasa ekraf bersifat ingtangible. Permodalan adalah salah satu elemen penting menjalankan usaha bagi pelaku ekraf. Bekraf melalui Deputi Akses Permodalan  bekerja sama dengan perbankan untuk membuka akses pelaku ekraf mendapatkan pembiayaan dari produk dan jasa perbankan.

“Kerja sama Bekraf dengan BRI dan BNI ini memanfaatkan jasa layanan perbankan untuk pengembangan usaha, produktifitas, dan kesejahteraan pelaku ekraf. Sedangkan dengan BPJS Kesehatan untuk jaminan kesehatan kepada para pelaku ekraf,” kata  Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo. (arif rh)

 

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.