Ini Soal Harga Diri, Indonesia Harus Protes Keras AS!

Ini Soal Harga Diri, Indonesia Harus Protes Keras AS!
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Jakarta, Obsessionnews.com –  Berita Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dicekal Amerika Serikat (AS) masih menjadi trending topic di media sosial sejak Minggu (22/10/2017) hingga kini. Pantauan Obsessionnews.com di Twitter, Selasa (24/10) pukul 6.30 WIB berita Panglima TNI itu masih bertahan sebagai trending topic.

 

Baca Juga:

Panglima TNI Dicekal, Menhan AS Minta Maaf Kepada Menhan RI

Ini Respons Jokowi Setelah Dapat Laporan Panglima TNI Ditolak AS

Panglima TNI Sedianya akan Hadiri Undangan VEOs Pangab AS di Washington DC

 

Mantan Duta Besar (Dubes) RI untuk AS Dino Patti Djalal mengatakan, pemerintah RI seharusnya bukan minta klarifikasi, tetapi menyampaikan protes kepada AS.

Dino Patti Djalal.

mantan Duta Besar (Dubes) RI untuk AS Dino Patti Djalal. (Foto: Twitter @dinopattidjalal)

Mengenai masalah perjalanan Panglima TNI ke US, Pemerintah RI seharusnya BUKAN minta klarifikasi tapi menyampaikan protes kpd pihak AS,” tulis Dino di akun Twitternya, @dinopattidjalal, Minggu (22/10).

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua MPR Zulkifli Hasan. Pemerintah Indonesia, katanya, tidak cukup minta klarifikasi ke AS, tapi harus memprotes keras, karena menyangkut harga diri.

Zulkifli Hasan

Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Terkait Panglima TNI yg ditolak masuk AS, Klarifikasi saja tidak cukup. Pemerintah harus protes keras. Ini soal marwah, soal harga diri,” kicau Zulkifli di akun Twitternya, @ZUL_Hasan, Senin (23/10).

AS melarang Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo masuk ke wilayahnya. Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar  Negeri (Menlu)  Retno LP Marsudi langsung meminta penjelasan otoritas AS  perihal larangan bagi Gatot memasuki AS.

 

Baca Juga:

Panglima TNI Dilarang Masuk AS, Pemerintah Indonesia Seharusnya Protes!

Wow! Panglima TNI Gatot Dicekal AS

 

Retno mengungkapkan, KBRI di Washington D.C telah mengirim nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri AS untuk meminta klarifikasi.

“Permintaan tersebut diperkuat dengan nota diplomatik Kemlu RI ke Kedubes AS,” kata Retno dalam pesan singkat, Minggu (22/10/017).

Gatot dijadwalkan akan menghadiri Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization pada 23-24 Oktober di Washington DC. Ia diundang secara resmi oleh Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS). Jenderal Joseph F. Dunford yang merupakan sahabat sekaligus senior.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Wuryanto menjelaskan pada Sabtu (21/10) posisi Gatot Numantyo beserta delegasi masih berada di Bandara Soekarno-Hatta dan hendak check in.

“Panglima TNI siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates. Namun beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS,” kata Wuryanto di Kantor Panglima TNI, Jakarta Pusat, Minggu (22/10/2017).

Padahal, saat itu, Gatot dan delegasi sudah mengantongi visa dari AS untuk hadir dalam acara tersebut.

Wuryanto mengatakan, Gatot telah melaporkan kejadian ini pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) Menlu Retno LP Marsudi dan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto.

Ia juga telah mengirim surat kepada Jenderal Dunford untuk mempertanyakan insiden tersebut. (arh)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.