Ini Penyebab Keributan di Rutan Mako Brimob

Ini Penyebab Keributan di Rutan Mako Brimob
Pintu gerbang Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. (Foto: jitunews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Terjadi keributan di rumah tahanan teroris Markas Komando (Mako) Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jumat (10/11/2017) petang.

Berita tentang keributan di Mako Brimob menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan Obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia pada Minggu (12/11) pukul 10.20 WIB berita ini ditelusuri lebih dari 5.000 kali.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto mengungkapkan, keributan Mako Brimob bermula saat petugas Densus 88 melakukan sweeping di sel-sel narapidana dan menyita sejumlah ponsel.

“Piket Densus melaksanakan penggeledahan dan ditemukan HP empat buah milik Juhanda, Saulihun, Kairul Anam, dan Jumali,” ujar Rikwanto melalui keterangan resminya.

Penyitaan ponsel itu membuat salah satu napi tidak terima dan memancing keributan. Ia memancing petugas dengan mengeluarkan ucapan yang memprovokasi. Aksi tersebut berhasil memancing reaksi petugas dan tahanan di blok lain.

Kerusuhan tak terelakkan. Perlawanan dilakukan napi terhadap petugas sehingga mengakibatkan rusaknya fasilitas rutan, seperti jebolnya pintu sel tahanan dan kaca pecah. Anggota piket pun mengeluarkan tembakan ke atas sebagai peringatan. Hingga saat ini suasana sudah reda.

Selanjutnya, pihak rutan berkoordinasi dengan Brimob Polri untuk mem-back up pengamanan di rutan Mako Brimob.

Kerusuhan itu, mengakibatkan rusaknya fasilitas rutan. Di antaranya pintu sel tahanan dijebol dan rusaknya pintu pagar lorong blok serta kaca jendela, yaitu di Blok C dan Blok B.

Saat ini situasi di lokasi sudah berhasil ditangani aparat. Rikwanto juga membantah adanya isu liar yang menyebut kejadian ini dipicu pelemparan Alquran oleh petugas. “Hoax,” ujarnya. (Poy)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.