Ini Dia Sosok Asia Pertama Peraih Puskas Award!

Ini Dia Sosok Asia Pertama Peraih Puskas Award!
Faiz Subri saat menerima trofi Puskas Award 2016, dari legenda sepakbola Brasil Ronaldo, Selasa (10/1/2017).

Obsessionnews.com – Pesepak bola asal Malaysia yang memperkuat klub Penang FC, Mohd Faiz Subri, sukses menggondol gelar FIFA Puskas Award 2016, Selasa dini hari (10/1/2017). Gelar untuk kategori gol terbaik itu sekaligus memantapkan Faiz menjadi orang Asia pertama yang meraihnya.

Faiz menciptakan gol indah tersebut melalui tendangan bebas melengkung dan menukik tajam sejauh 35 yard yang menembus gawang Pahang FA di ajang Liga Super Malaysia pada 16 Februari 2016 lalu.

Puskas Award diraih Faiz setelah tayangan golnya ditonton jutaan penggemar dari seluruh dunia dan memilihnya lewat polling terbuka FIFA.COM. Trofi penghargaan diserahkan Il Phenomenon, Ronaldo Luís Nazário de Lima atau Ronaldo.

Gol indah Faiz milik ini mengandaskan gol milik nominator lainnya, gelandang Corinthians Marlone dan pesepak bola wanita berusia 17 dari Venezuela Daniuska Rodriguez.

Penghargaan ini menempatkan Faiz sejajar dengan peraih Puskas Award di tahun-tahun sebelumnya bersama Cristiano Ronaldo (2009), Hamit Altintop (2010), Neymar (2011), Miroslav Stoch (2012), Zlatan Ibrahimovic (2013), James Rodriguez (2014), dan Wendel Lira (2015).

Terpilihnya gol indah Faiz berawal saat tayangan gol tersebut menjadi viral di media sosial karena dianggap menentang hukum fisika. Pada tanggal 21 November 2016, gol tendangan bebas yang ia cetak dinominasikan untuk Penghargaan Puskás FIFA.

Karir pemain kelahiran Kedah 8 November 1987 itu dimulai saat ia bermain untuk tim muda Kedah pada tahun 2006-2009. Faiz kemudian pindah untuk bermain dengan klub yang berasal dari Perlis, KSK Tambun Tulang, di Piala FAM 2009, dan juga mewakili Perlis di Piala Emas Raja-Raja 2009.

Ia pindah untuk bermain dengan Perlis pada awal tahun 2010. Faiz kemudian menandatangani kontrak satu tahun dengan T-Team di musim 2012 lalu menandatangani kontrak dengan klub papan atas Liga Super Malaysia, Kelantan pada 2013.

Setahun kemudian, ia bergabung dengan Terengganu FA, dan pada tahun 2015, ia berganti klub lagi untuk bergabung dengan Penang FA, klub yang berada satu divisi di bawah klub sebelumnya.

Bersama Penang, dia membantu tim tersebut meraih posisi kedua di Liga Utama Malaysia dan promosi ke Liga Super Malaysia 2016.

Meski sempat dipanggil pelatih K. Rajagopal untuk bermain bersama Timnas sepak bola Malaysia pada tahun 2012 dan 2013, Namun Faiz tak sekalipun diturunkan. Ia kembali dipanggil untuk membela timnas bulan Agustus 2015 di bawah pelatih Dollah Salleh.

Di klubnya saat ini, Faiz bermain sebagai gelandang serang meski ia juga dapat bermain sebagai pemain sayap dan penyerang. Faiz ditengarai memiliki kecepatan, ketepatan tembakan jarak jauh dan umpan jarak jauh kepada rekan-rekan setimnya.

Gol spektakuler yang beroleh Puskas Award itu, rupanya, hanyalah satu dari sekian banyak tendangan bebas Faiz. Pasalnya, ia ternyata memang sudah dikenal karena bisa mencetak gol-gol keren melalui tendangan bebas. Wah!

 

Ferenc Puskas Legenda Hungaria

Puskas Award merupakan penghargaan yang didirikan pada tanggal 20 Oktober 2009 oleh FIFA atas permintaan Presiden FIFA (Fédération Internationale de Football Association) Sepp Blatter.

Nama penghargaan diambil dari Ferenc Puskas, legenda pencetak gol terbesar sepanjang masa yang berasal dari Hungaria. Sepanjang kariernya dari 1943 sampai 1966, ia membela Budapest dan Real Madrid serta mencetak 512 gol dari 528 pertandingan.

Di level internasional, Puskas juga dikenal sebagai goal getter yang produktif bagi untuk Hungaria, yaitu 84 gol dari 85 pertandingan atau hampir selalu mencetak gol di setiap pertandingan. Atas aksi spektakulernya itu, Puskas pun terkenal dengan sebutan “The Magical Magyars”.

Pada 17 November 2006 Puskas meninggal dunia di usia 79 tahun karena pneumonia. Adalah Dr. Csorba yang pertama kali memiliki ide untuk menamai penghargaan gol terbaik dunia dengan nama Puskas.

Ia kemudian mengajukan saran kepada FIFA agar penghargaan gelar gol terbaik diberikan dengan nama Puskas Award. Itupun atas persetujuan dari keluarga Puskas. Namun sayangnya, pada 9 Oktober 2009, Dr. Csorba meninggal dunia sehingga dia tidak bisa melihat hari ketika kontrak ditandatangani oleh Presiden FIFA saat itu di Felcsat, sebuah desa di Hungaria.

FIFA memiliki kriteria dalam memberikan penghargaan `Goal of the Year` kepada pencetak gol, baik laki-laki atau perempuan. Kriteria gol terbaik itu antara lain: Pertama, merupakan gol yang cantik (subyektif di antara gol jarak jauh, kerjasama tim, tendangan overhead, permainan individu, dll). Kedua, tanpa memandang kepentingan kompetisi, gender, dan nasionalitas.

Ketiga, tidak dihasilkan dari keberuntungan, kesalahan atau bola pantulan rekan setim maupun lawan, dan keempat, mendukung fair play, misalnya pemain tidak doping, berlaku curang, dan lain-lain. (Fath)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.