Indonesia Tanpa Diskriminasi

Indonesia Tanpa Diskriminasi

Oleh: Denny JA, Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI)

Kritik para ahli terhadap negara Islam bisa disederhanakan bahwa kultur demokrasi modern yang sesungguhnya sulit lahir atau belum lahir di negara-negara Islam. Demokrasi prosedural seperti pembentukan partai politik, organisasi dan pemilu bisa cepat diadopsi negara muslim. Tetapi kultur demokrasi yang penuh dengan kemerdekaan sipil tidak bisa ditiru secepat itu.

Kritik para ahli tersebut sulit ditepis mengingat di kalangan negara Islam sendiri banyak yang belum lahir budaya sipil, berupa penghormatan kepada hak asasi manusia, penghormatan atas supremasi hukum dan perlindungan atas semua golongan dan kelompok dalam masyarakat.

Kritik lain terhadap negara Islam adalah tidak adanya penghormatan dan perlindungan terhadap warga minoritas.

Justru karena itulah Indonesia tanpa diskriminasi penting dilakukan sebagai prototipe bahwa negara Islam juga bisa mempraktikkan demokrasi yang substansif yang ditandai bukan hanya oleh penyelenggaraan pemilu bebas dan adil. Tetapi dalam demokrasi Indonesia juga melakukan perlindungan hukum dan penghormatan kepada semua warga masyarakat tanpa melihat agama, etnis dan orientasi seksual mereka.

Jika Indonesia bebas diskriminasi berhasil diwujudkan, ini menjadi bukti bahwa negara Islam lainnya bisa juga berhasil mewujudkan demokrasi politik dan kultural. Jika Indonesia bisa, tentu negara muslim lain potensial bisa. (*)

 

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.