Indonesia Harus Persiapkan PLTN dengan Matang

Indonesia Harus Persiapkan PLTN dengan Matang
Jakarta, Obsessionnews - Sumber energi di Indonesia, jumlahnya melimpah. Namun, jika memang pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) diperlukan, harus disiapkan dengan matang. “Kita mempunyai sumber energi yang cukup banyak seperti air, surya, angin dan geothermal namun kalau ini (red-energi nuklir) sudah diperlukan, maka harus segera disiapkan, hal ini jangan diambangkan harus diputuskan tapi harus dihitung secara jelas,” begitu kata Presiden Joko Widodo dalam pertemuan di Istana Negara, Selasa (12/1), yang juga dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, serta Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Djarot Sulistio Wisnubroto. Pada pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut, Djarot menjelaskan kalau pihaknya bakal menuruti keputusan pemerintah terutama yang akan ditetapkan pada Rencana Umum Energi Nasional. “Bila nantinya nuklir dianggap sebagai alternatif terakhir dalam pemenuhan energi, BATAN akan melaksanakan putusan tersebut,” kata Djarot. Saat ini, BATAN akan membangun sebuah reaktor daya eksperimen (RDE) yang berkapasitas 10Megawatt yang berlokasi di kawasan Puspiptek Serpong. Selain menghasilkan listrik RDE, nantinya reaktor bakal dijadikan sebagai bukti kepada masyarakat, bahwa bangsa Indonesia mampu membangun dan mengoperasikan PLTN dengan aman. Sementara itu, Sudirman Said memberikan penjelasan kepada Presiden tentang status kebijakan energi nasional yang menyebutkan, seandainya nuklir akan dijadikan sebagai opsi terakhir dalam pemenuhan energi, penelitian harus terus dilakukan. Peningkatan pengetahuan tentang teknologi nuklir pun harus berkembang dan dilanjutkan dengan menyusun roadmap menuju PLTN komersial. “Saat ini para teknolog sudah menyatakan bahwa teknologi nuklir ini sangat aman, namun beberapa pihak masih mempersoalkan respon dari masyarakat. Hal ini memerlukan jembatan dalam bentuk sosialisasi agar masyarakat lebih paham tentang teknologi nuklir,” kata Sudirman. Terkait pembangunan RDE, Djarot mengaku mendapat dukungan penuh dari Menteri ESDM. Hal ini, disamping sebagai contoh kepada masyarakat juga sebagai bentuk memelihara keahlian para pakar teknologi nuklir. Sebab dalam kurun waktu 5 tahun, beberapa ahli sudah memasuki masa pensiun. (Mahbub Junaidi)