Ical Tak Rela Munaslub Golkar Dimenangkan Orang JK

Ical Tak Rela Munaslub Golkar Dimenangkan Orang JK
Jakarta, Obsessionnews – Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar di Jakarta, 23-25 Januari 2016, memutuskan akan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) tahun ini untuk memilih ketua umum yang baru. Kemungkinan besar Munaslub akan diselenggarakan sebelum bulan puasa. Menjelang Munaslub beredar sejumlah nama untuk memperebutkan ketua umum, antara lain Tommy Soeharto, Titiek Soeharto, Azis Syamsuddin, Idrus Marham, Ade Komarudin, Nurdin Halid, dan Bambang Soesatyo. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie atau Ical, telah menyatakan tidak akan ikut maju di Munaslub. Sedangkan Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono, belum menyatakan sikapnya apakah akan maju atau tidak. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMPI) Tri Joko Susilo mengatakan, Ical tak akan rela Munaslub nanti dimenangkan oleh orang yang didukung Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Selama ini JK terang-terangan membela Golkar kubu Agung Laksono. “Kuat dugaan Ical yang punya kepentingan bisnis, tidak akan rela Munaslub nanti dimenangkan oleh orang JK. Ical pasti memilih sosok yang setia seratus persen pada kepentingan dirinya,” kata Tri ketika dihubungi Obsessionnews.com Sabtu (30/1/2016). Menurutnya, enam bulan menjelang Munaslub adalah waktu yang cukup untuk mempersiapkan kandidat yang didukung penuh oleh Ical. “Ical bukan figur yang suka membesarkan orang lain sampai menyerahkan kursi ketua umum begitu saja,” tuturnya. Tri menambahkan, tidak menutup kemungkinan Ical mempersiapkan putranya sendiri untuk berkompetisi di Munaslub. Seperti diketahui pasca Pilpres 2014 Golkar terbelah menjadi dua kubu, yakni kubu Ical dan kubu Agung Laksono. Kubu Agung Laksono didukung oleh pemerintah. Sementara Golkar Ical yang semula berada di Koalisi Merah Putih (KMP) yang mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, kemudian berubah haluan mendudukung pemerintahan Jokowi-JK. Keputusan mendukung pemerintah itu diambil dalam Rapimnas Golkar di Jakarta, 23-25 Januari 2016. (arh)