Hikam: Indonesia Masih Jadi Target Terorisme Global

Hikam: Indonesia Masih Jadi Target Terorisme Global
Jakarta, Obsessionnews.com – Setelah Madinah, Arab Saudi, diguncang bom bunuh diri pada Senin (4/7/2016), kini aksi serupa juga terjadi di Polresta Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/7).  Pihak Polri menyatakan bahwa pelaku pembawa bom meledakkan diri dan tewas di halaman Polresta setelah dicegah oleh seorang petugas. Pengamat politik Muhammad AS Hikam mengatakan, peristiwa ini menjadi bukti bahwa rentetan aksi teror yang terjadi bukanlah berdiri sendiri, namun menjadi bagian dari aksi yang sistematis dan berlingkup global. [caption id="attachment_136922" align="alignright" width="294"]Bom yang meleedak di Madinah, Arab Saudi, Senin (4/7/2016). Bom yang meleedak di Madinah, Arab Saudi, Senin (4/7/2016).[/caption] “Kaum radikal Islam kian intensif dalam melakukan serangan-serangan terhadap sasaran-sasaran yang dianggap strategis sesuai dengan konteks negara yang menjadi lokasi operasi mereka. Tak ada tempat yang imun dengan aksi teror mereka. Bagi mereka, menciptakan kerusakan dan efek ketakutan maksimum untuk tujuan politik membuat aksi-aksi teror tidak akan bisa hanya diprediksi memakai asumsi perang konvensional,” ujar Wakil Rektor President University, Bekasi, Jawa Barat, ini dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/7). [caption id="attachment_136943" align="alignleft" width="288"]Polresta Solo, Jawa Tengah, yang menjadi sasaran aksi bom bunuh diri Selasa (5/7/2016) Polresta Solo, Jawa Tengah, yang menjadi sasaran aksi bom bunuh diri Selasa (5/7/2016)[/caption] Hikam mengungkapkan, peristiwa di Solo menunjukkan Indonesia masih menjadi target terorisme global. Aksi teror di Solo ini seharusnya juga menjadi peringatan bagi aparat keamanan dan intelijen, bahwa Polri dan kantor-kantornya baik di pusat maupun di daerah, tetap merupakan sasaran atau target operasi kelompok tersebut. Namun tidak tertutup kemungkinan juga bahwa tempat-tempat berkumpulnya kerumunan atau massa pada saat jelang dan pasca Lebaran sangat rentan terhadap aksi-aksi tersebut. “Sekali lagi bagi kelompok radikal tidak ada lagi tempat yang imun untuk dijadikan target aksi teror. Yang penting adalah dampak yang ditimbulkan,” tandasnya. Inilah tantangan bagi Komjen (Pol) Tito Karnavian yang sebentar lagi akan dilantik sebagai Kapolri baru, dan yang kini masih menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT, lembaga yang berurusan dengan pencegahan dan pemberantasan terorisme di negeri ini. “Tampaknya kondisi lingkungan global terkait dengan maraknya aksi teror telah merembet ke negeri ini. Diperlukan suatu kepemimpinan yang efektif untuk mendeteksi dan mencegah sedini mungkin agar Indonesia tidak menjadi ajang bagi gerakan dan aksi brutal tersebut,” tutur Hikam. Sebelumnya aksi bom bunuh diri terjadi di di depan Gedung Sarinah, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, 24 Januari 2016. (arh, @arif_rhakim) Baca Juga: Hikam: Memalukan, Pemimpin Dunia Gagal Hadapi Ancaman TerorismeJokowi Tegaskan, Bom Solo Tak Pengaruhi DirinyaGP Ansor Kutuk Bom Bunuh Diri di Madinah dan SoloPolisi Kumpulkan Bukti yang Digunakan Pelaku Bom SoloIni Dia Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri SoloPascabom Bunuh Diri di Solo, Pengamanan Masjid Istiqlal Diperketat