Hari Toleransi Sedunia Terancam Pasca Terpilihnya Trump

Hari Toleransi Sedunia Terancam Pasca Terpilihnya Trump
Duta Toleransi Natasha Dematra (kedua dari kiri) dan Damien Dematra (ketiga dari kiri)..

Jakarta, Obsessionnews.com – Peringatan Hari Toleransi Sedunia jatuh pada 16 November. Kali ini dirundung keprihatinan.

Dua festival berskala internasional yang fokus mencari film-film bertemakan toleransi, yakni International Film Festival for Spirituality, Religion and Visionary (IFFSRV) dan World Tolerance Award, merasakan perayaan tersebut sangat relevan, sekaligus memprihatinkan.

“Dunia sedang dalam ancaman akan memasuki masa kelam peradaban,” kata Damien Dematra selaku founder dan director festival dalam keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com, Selasa (15/11/2016).

Dengan perayaan ini, lanjut Damien, diharapkan para pemimpin dunia semakin menyadari pentingnya toleransi, karena tanpa toleransi dunia ini akan hancur.

Kondisi global yang tidak kondusif untuk toleransi menjadi fakta di Amerika Serikat (AS) pasca terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden AS  ke-45.

Umat Islam dan kaum minoritas di negara adidaya tersebut kini dilanda ketakutan dan kekhawatiran, karena sikap politik Trump yang melarang umat muslim masuk Amerika.

Saat masa kampanye terdahulu miliader properti ini berjanji akan menutup masjid-masjid di AS.

Ini menjadi sinyal bahwa toleransi di antara umat beragama mengalami kemunduran yang sangat drastis pada tahun 2016 ini.

Hari Toleransi Sedunia ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1996, dengan harapan untuk memperkuat toleransi dengan meningkatkan rasa saling pengertian antar budaya dan bangsa.

Perayaan ini dimulai pada era ketika meningkatnya ekstremisme kekerasan dan pelebaran konflik yang ditandai dengan mengabaikan kehidupan manusia lainnya.

Sementara itu Duta Toleransi Natasha Dematra juga mengatakan hal yang sama.

“Berbagai peristiwa yang terjadi beberapa bulan terakhir ini menunjukkan bahwa di era modern seperti ini, masih banyak orang dengan pikiran sempit lupa akan nilai toleransi,” ungkapnya.

Remaja yang pernah mendapat penghargaan dari Royal World Records dan Museum Rekor Dunia Indonesia MURI sebagai sutradara termuda ini berharap, dengan adanya perayaan tersebut dapat mengingatkan kembali tentang pentingnya toleransi yang sebenarnya.

Di tengah keterpurukan ini, para sineas internasional yang peduli akan pentingnya toleransi akan berkumpul di Bali dan Jakarta untuk merayakan Hari Toleransi Sedunia.

Mereka berkeinginan dengan upaya-upaya kreatif seperti ini dapat membuka mata tiap individu bahwa dalam membuat keputusan.

Jangan pernah meninggalkan nilai-nilai toleransi apabila menginginkan dunia yang tenteram dan damai.

Damien juga mengumumkan nominasi festival IFFSRV 2016.

Memilih film “A Quest for Meaning” disutradarai oleh Nathanaël Coste and Marc de la Ménardière.

“Akong A Remarkable Life” disutradarai oleh Chico Dall’Inha. “Three the Movie” disutradarai oleh Yassine Marco Marroccu.

“Elisabetta Minen WishMakers” disutradarai oleh Cheryl Halpern.

Sementara film asal Amerika Serikat, WishMakers karya Cheryl Halpern, seorang produser dan sutradara yang kerap aktif dalam berbagai kegiatan sosial bersama dengan beberapa Presiden AS.

Film WishMakers merupakan film dokumenter berkisah tentang Winery Tulip yang didirikan komunitas kebutuhan khusus di perumahan Desa Harapan.

Hal tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian akan lingkungan sambil memberikan lapangan kerja, meningkatkan martabat, dan tujuan bagi penduduk.

Sedangkan  film Three the Movie merupakan film panjang asal Italia yang mengangkat kisah tentang tiga imigran ilegal di Timur Laut Italia yang mendambakan kebahagiaan, kesetaraan dan keanekaragaman. Film asal Inggris.

Pengumuman pemenang dari festival ini akan digelar akhir November.

Festival ini  didukung Dewan Kreatif Rakyat (DKR), iHebat International Volunteers, World Film Council, dan Radio Republik Indonesia (RRI) sebagai media partner. (Popi Rahim)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.