Harga Semen Turun, Masyarakat Puncak Jaya dan Wamena Lega

Harga Semen Turun, Masyarakat Puncak Jaya dan Wamena Lega
Ilustrasi semen (Foto : metronews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Masyarakat Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Wamena, Provinsi Papua kini bisa bernapas lega dalam menikmati harga semen. Karena, beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersinergi menurunkan harga semen di daerah pedalaman Papua tersebut.

Saat ini harga semen yang telah ditetapkan di Puncak Jaya sebesar Rp 500.000 per sak. Padahal harga sebelumnya, sempat mencapai Rp 1 sampai 2 juta per sak. Sementara itu harga semen di Wamena Rp 370.000 per sak, turun dari harga sebelumnya yang sempat mencapai lebih dari Rp 500.000 per sak.

Mahalnya harga semen di Puncak Jaya dan Wamena disebabkan oleh tingginya biaya logistik. Hal itu dikarenakan, transportasi kedua kabupaten itu hanya bisa ditempuh melalui jalur udara.

Harga semen di Puncak Jaya dan Wamena memiliki disparitas harga yang sangat mencolok, bahkan bila dibandingkan dengan wilayah di Papua lainnya. Seperti di Jayapura misalnya, harga semen berkisar Rp 65.000-70.000 per sak.

Melihat fakta itu, sejumlah BUMN fokus menekan biaya logistik untuk menurunkan harga semen di Puncak Jaya dan Wamena. Caranya yaitu menunjuk satu distributor yakni BUMN PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Sejumlah BUMN lain menjadi penopang. Seperti PT Semen Tonasa sebagai suplier semen, PT Pelindo IV mengurusi pengiriman semen melalui pelabuhan, dan PT POS Indonesia menyediakan gudang semennya.

Dari sisi suplier, harga semen tidak mengalami perubahan yaitu Rp 35.000 per sak. Artinya harga jual semen dari PT Semen Tonasa tetap sama sehingga tidak berpengaruh kepada penurunan pendapatan perusahaan. Jadi penurunan ini lebih kepada biaya logistiknya.

Sebagai suplier semen di Papua, PT Semen Tonasa memastikan kebijakan itu tak akan mempengaruhi keuangan perusahaan. Sebab, penurunan harga semen di Puncak Jaya dan Wamena sudah diperhitungkan dengan matang.

“Tidak akan mempengaruhi keuangan. Ini masih dalam koridor bisnis yang baik,” ujar Direktur Utama PT Semen Tonasa Subhan saat berbincang dengan media Online di Timika, Rabu (23/8/2017).

Dengan penurunan harga semen di Puncak Jaya dan Wamena justru berpotensi menguntungkan suplier semen. Sebab permintaan semen bisa meningkat seiring harga jual yang lebih terjangkau.

Saat ini kebutuhan semen di Papua yang disuplai dari PT Semen Tonasa mencapai 700.000 ton per tahun. Sementara realisasi Januari-Juli 2017 baru mencapai 288.000 ton. (Poy)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.