Hamas Protes Twitter Berpihak pada Israel

Gaza - Hamas mengecam Twitter karena menutup beberapa akun yang terkait dengan Gerakan Muqawama Islam Palestina itu, dan menilai langkah perusahaan tersebut bias mendukung rezim Israel. Sayap militer Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, dalam sebuah pernyataan pada Jumat (1/4), menyatakan bahwa akun berbahasa Inggris dan Arab gerakan ini telah ditutup untuk ketiga kalinya dalam dua pekan terakhir. Twitter menunjukkan "bias yang jelas atas pendudukan Israel di mana ia seharusnya (mengadopsi) posisi netral terhadap kedua belah pihak," demikian ditambahkan dalam pernyataan itu. Disebutkan bahwa penutupan itu terjadi di saat Twitter memungkinkan para pejabat Israel untuk menyebar "rasisme, ekstremisme dan terorisme" di situs jejaring sosial tersebut. Qassam juga mendesak Twitter untuk membuka kembali akunnya, dan mengatakan salah satu akun yang ditutup telah diikuti oleh lebih dari 140.000 followers. Twitter menolak berkomentar dan dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa perusahaan tidak mengomentari akun individu dengan mengutip "alasan privasi dan keamanan." Sejak berdirinya pada bulan Desember tahun 1987, Hamas telah menolak untuk mengakui Israel dan melawan pendudukan Israel, yang diyakini merupakan satu-satunya cara untuk membebaskan wilayah Palestina yang dijajah. Gerakan ini juga menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah untuk membebaskan seluruh wilayah Palestina. Hamas meraih kemenangan telak dalam pemilihan Palestina pada tahun 2006. Hamas telah memerintah Jalur Gaza yang diblokade Israel, sementara Fatah mendirikan kantor pusat di wilayah Palestina pendudukan di Tepi Barat. Di lain pihak, Israel telah melancarkan tiga perang dalam skala besar di Gaza dalam tujuh tahun terakhir. Dalam agresi terbaru pada musim panas 2014, yang berlangsung selama 50 hari, rezim Zionis telah membunuh sekitar 2.200 warga Palestina dan menimbulkan kerusakan berat pada infrastruktur dan ekonomi Gaza. Di akhir pernyataannya, Hamas menegaskan bahwa agresi Israel terbaru adalah penutupan akunnya oleh Twitter. (irib.ir)





























