Habib Rizieq Shihab Dipanggung Dunia

Oleh: Pradipa Yoedhanegara

STATEMEN Presiden Erdogan yang menyebut Habib Riziek Shihab sebagai Tokoh yang pantas menjadi penengah dalam konflik yang terjadi di Timur Tengah saat melakukan lawatan kearab saudi dan bertemu dengan Raja Salman merupakan sebuah langkah besar dan begitu berani yang terlontar dari seorang pemimpin besar seperti Erdogan wajib diapresiasi oleh seluruh warga negara yang ada di Indonesia.

Tajuk dalam headline yang menjadi Berita Utama Internasional dibeberapa media Asing dan media lokal tampaknya memperlihatkan betapa luar biasanya dunia islam memandang dengan begitu terhormat sosok HRS yang mampu menyatukan suara umat islam dalam *aksi bela islam 411 dan 212* yang begitu monumental dan sangat fenomenal dalam sejarah demonstrasi damai jutaan umat islam yang berlangsung beberapa waktu lalu di negeri ini.

Ternyata sepak terjang *HRS* di republik ini dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar bukan hanya menjadi perhatian publik di dalam negeri saja namun telah menjadi magnet yang memiliki daya tarik luar biasa oleh sejumlah kalangan pemimpin dunia internasional seperti Presiden Turki Erdogan yang secara terbuka dan gamblang meminta HRS menjadi penengah konflik yang terjadi di timur tengah saat ini.

Keberadaan Habib Rizieq Shihab (HRS) di Arab Saudi yang melakukan hijrah dari tanah air beberapa waktu yang lalu untuk sementara waktu karena adanya proses hukum di dalam negeri ini sebagai akibat dari praktek *kriminalisasi ulama* yang disebut oleh para pendukung HRS dan tuduhan kepada HRS tersebut sebaiknya wajib dibuktikan dalam gugatan praperadilan bahwa hal tersebut merupakan rekayasa pihak tertentu yang ingin mendeskreditkan nama besar HRS sebagai salah satu tokoh ulama kharismatik yang kini menjadi panutan umat saat ini di NKRI.

Atensi Presiden Turki Erdogan yang merupakan tipikal pemimpin kaliber dunia yang tidak mau tunduk kepada tekanan pihak manapun juga, mencoba untuk mengambil peranan internasionalnya dalam penyelesaian masalah yang terjadi di timur tengah ini, kebetulan kedatangan Presiden Erdogan ke negara arab saudi karena sebelumnya Turki mendapatkan undangan resmi untuk menemui Raja Salman secara langsung di Arab Saudi dan diluar dugaan Presiden Erdogan merekomendasikan nama *HRS* sebagai salah satu tokoh yang bisa menjadi mediator dan penengah dalam konflik Timur Tengah yang semakin hari semakin memanas dan hampir sama dengan suasana politik di dalam negeri kita saat ini.

Nama besar *Habib Rizieq Shihab* yang notabene adalah salah satu tokoh ulama besar dan berpengaruh yang berasal dari Indonesia yang juga begitu dihormati di level dunia
namun sayang malah menjadi buruan dinegeri sendiri dan dijadikan bahan olokan dan cemooh oleh sejumlah orang yang merasa eksitensi keberadaan *HRS* sudah mengganggu kepentingan kelompok lainnya. Namun keberadaan HRS diluar negeri malah mendapatkan animo yang luar biasa serta apresiasi yang mendalam bagi para pemimpin di dunia yaitu Presiden Turki Erdogan maupun dari rakyat dan raja Arab Saudi yang melihat figur HRS sebagai salah satu ikon *perjuangan umat islam* di Indonesia dan dirasa oleh mereka sanggatlah pantas menjadi salah satu figur yang bisa menengahi konflik yang saat ini yang terjadi di Timur Tengah,” menurut pemimpin besar Turki Presiden Erdogan didalam keterangan persnya di Arab Saudi, yang sangat mengejutkan sejumlah pihak ataupun kelompok lainnya yang berada di negeri ini.

Meningkatnya eskalasi dan konstelasi politik ditimur tengah dalam beberapa pekan terakhir antara negara-negara Teluk dan negara tetangga mereka, yaitu salah satunya adalah antara republik islam Iran dan Saudi Arabia yang sebenarnya merupakan polemik dan *konflik warisan masa lalu* yang lahir akibat historis masa lampau mengenai konflik *syiah dan sunni* yang kemudian menuduh Qatar bekerja sama dengan milisi yang didukung oleh pemerintah republik islam Iran semakin hari makin membuat suasana politik di zajirah arab menjadi panas dan masuknya negara lainnya yang merupakan kelompok-kelompok kepentingan lainnya yang berafiliasi strategis dengan negara-negara yang saat ini sedang berkonflik juga ikut menaikan suhu politik di negara-negara arab tersebut.

“Timur Tengah menurut Presiden Erdogan membutuhkan sosok figur netral yang bisa mendinginkan suasana politik dikawasan arab. Dan Habib Rizieq yang berasal dari negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia saat ini menurutnya sangat memenuhi kriteria tersebut,” dan yang jadi pertanyaan saya secara pribadi kenapa Erdogan lebih memilih figur *HRS* dan bukan memilih tokoh-tokoh islam yang berasal dari Ormas terbesar atau pun Ormas tertua yang ada di negeri ini??!! mungkin Erdogan sudah mengetahui dan memahami benar mana tentang tokoh-tokoh yang benar berjuang dengan ikhlas dan mana tokoh-tokoh yang berjuang karena adanya kepentingan terselubung dari pihak lainnya.

Jujur sebagai warga nahdliyin saya sangat bangga dengan statement Presiden Erdogan yang memiliki kesan bangga dan mengagumi sosok *HRS* karena itu sama artinya dengan sebuah pengakuan secara internasional tentang keberadaan *HRS* dan juga pengakuan terhadap perjuangan yang dilakukan oleh beliau dimata dunia beserta ormas FPI yang dipimpinnya. Namun sebagai warga Nahdliyin saya juga merasa sedih dan prihatin atas statemen Presiden Erdogan tersebut yang tidak menyebut tokoh *NU* yang juga ikut berjuang bersama HRS.

*HRS dan FPI* kini sudah memiliki panggung di dunia internasional dan menjadi sesuatu yang patut diperhitungkan karena langkah HRS kini seperti *sebuah alunan irama musik* yang nyanyiannya bisa menjadi sangat merdu atau menjadi sangat gaduh dan mengguncang politik dalam negeri saat ini, karena dalam bermusik itu terdiri dari nada, ritme dan harmoni, namun apabila nada yang keluar tidak mengikuti ritme akan membuat suasana bermusik itu menjadi gaduh dan itulah salah satu point yang bisa dimainkan oleh *HRS* saat ini karena banyak orang yang sangat respek kepada *FPI* karena tidak lagi dikenal dengan tindakan *anarkis* meski bernada keras namun terlihat tertib dan begitu indah memainkan harmoni musik tersebut.

Banyak orang dinegeri ini yang sebenarnya tidak mengenal *HRS* dan *FPI* secara langsung karena lebih mengenal sosoknya melalui pelbagai liputan media massa maupun media elektronik saja namun secara pribadi saya di masa menjadi mahasiswa sering terlibat dalam aksi-aksi demonstrasi bersama FPI dan cukup sering mendengarkan ceramah maupun diskusi bersama *HRS* di kediamannya di daerah petamburan 3 dan setiap demonstrasi yang kita lakukan tidak pernah sekalipun terjadi *Chaos* dan diskusi dengan HRS saat itu malah membuka khazanah dan wawasan kebangsaan saya yang menjadi lebih luas dalam memahami semangat nasionalisme islam.

HRS dalam diskusinya dulu pernah berbicara kalau para ulama yang menjadi alat Pemersatu bangsa Indonesia dan memerdekakan NKRI serta “islam’lah yang menemukan pancasila” karena sila-sila yang ada itu banyak mengambil intisari dari *AL QUR’AN* jadi saya sangat sependapat dengan pernyataan beliau mengenai semangat Nasionalisme Islam yang dibangun oleh para ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Kembali kepada soal HRS di pentas Internasional yang sangat di luar dugaan meski beliau dicela dan dinista di dalam negeri tapi tidak sedikit yang tetap membela dan mencintai HRS termasuk saya dan keluarga besar saya yang seluruhnya merupakan warga nahdliyin yang sangat mengagumi kepemimpinan HRS dan FPI’nya.

Hidup Bagi HRS mungkin adalah pilihan untuk berjuang secara terus menerus menyangkut ide dan gagasan yang dianggap benar meski banyak cobaan dan rintangan yang menghadangnya tapi sosok HRS dengan keberanian yang luar biasa dan bermental baja patut diapresiasi meski mendapatkan tekanan yang bertubi-tubi dalam memperjuangkan nilai kebenaran karena pada akhirnya rakyat yang cerdas akan memahami pemimpin mana yang membela kebenaran dan mana pemimpin yang membela yang bayar.

Saat ini banyak sekali pemimpin agama maupun pemimpin politik dinegeri ini yang sudah kehilangan muka dan dukungan serta empaty dari rakyat dan terkadang para pemimpin tersebut memainkan peran filsafatnya untuk menutupinya agar tidak kelihatan luluh lantak dan hancur lebur dihadapan konstituen mereka namun hal tersebut berbeda dengan HRS karena semakin bertambah usianya beliau makin bersinar diluar sana.

Sebagai pesan penutup pada akhirnya *HRS* mampu memenangkan hati sebagian warga negara di republik ini karena “FOX POPULI FOX DEI” Yaitu “Suara Rakyat adalah Suara Tuhan” karena rakyat yang cerdas pada akhirnya dapat membedakan mana pemimpin yang benar dan tulus membela kepentingan rakyatnya dan mana pemimpin yang benar-benar membela para pengembang dan konglomerasi di bumi pertiwi.

Wauwlahul Muafiq illa Aqwa Mithoriq.
Wassalamualaikum Wr,Wb

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.