Habib Rizieq Jadi Kandidat Doktor di Malaysia

Habib Rizieq Jadi Kandidat Doktor di Malaysia
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Syihab

Jakarta, Obsessionnews.com – Muhammad Rizieq Syihab bin Husein (Habib Rizieq)  lahir di Jakarta, 24 agustus 1965. Sejak umur empat tahun, Habib Rizieq sudah rajin mengaji di masid-masjid. Dalam kehidupan keluarganya, orangtua Habib Rizieq sangatlah memperhatikan pendidikan anaknya.

Setelah lulus SD, Rizieq masuk ke SMP Pejompongan, Jakarta Pusat. Lulus SMA Rizieq meneruskan studinya di Universitas Raja Saud, Arab Saudi, yang diselesaikan dalam waktu empat tahun dengan predikat Cum-laude. Lalu melanjutkan S2 di Malaysia.

Lama tak terdengar kabarnya, ternyata Rizieq tengah menjadi kandidat Doktor Di Universitas Sains Islam Malaysia (Usim), Nilai, Negeri Sembilan. Rizieq memulai S3 pada September 2012 di university Sains Islam Malaysia di program dakwah dan pengurusan Islam, Fakulti kepimpinan dan pengurusan.

Rizieq menulis disertasi dalam bahasa Arab Manahij At-Tamyiz Bayna Al-Ushul Wa Al-Furu’ Inda Ahli Suna Waljama’ah atau Metode Pemisahan antara Masalah Usuliyyah dan Furui’yyah menurut Ahlu Sunnah Waljama’ah.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ini adalah seorang yang gigih menambah ilmu pengetahuan, itu terbukti bahwa kitab-kitab yang disebutkan untuk referensi penulisan,  Rizieq akan mencari sampai dapat walaupun kitab itu adanya di luar negeri seperti Mesir, Saudi dan lain-lain.

Ketika Rizieq  mengambil dua mata kuliah (data analisis & metodologi research) yang diwajibkan kepada setiap mahasiswa program doktor pada semester pertama tahun 2012, dr. mikail ibrahim, dosen mata kuliah data analisis terheran-heran melihat kecerdasan Rizieq yang dapat menyelesaikan seluruh tugasan dengan cemerlang.

Mata kuliah tersebut adalah mata kuliah yang paling sulit dan memerlukan ketelitian mendalam, sedangkan Rizieq akan membawa laporan hasil kajian berkardus-kardus atas tugas yang diberikan oleh dosen.

Tak hanya itu, kegigihan Rizieq juga nampak pada awal perjumpaan dirinya pada 2012 yang saat itu dirinya menanyakan motivasinya studi S3.

Ketika ditanya ‘Habib kenapa mau lanjut ke PhD? sementara Habib merupakan salah satu tokoh agama Islam di Indonesia. Jawabannya, “sampai lagi ke tahap alim saya masih perlu belajar dan belajar, sebab sudah tanggung S1 dan S2 sudah di tangan,” kata Rizieq.

Rizieq bilang dalam ilmu akademik dirinya harus meneruskan hingga ke akhir jenjang akademik yaitu PhD sehingga tidak boleh tanggung-tanggung dalam perjuangan apapun.

Semoga Rizieq dengan keadaan dakwah di Indonesia yang beliau perjuangkan selama ini, mengarah kepada keadaan yang kondusif, sehingga dia dapat kembali konsentrasi penuh menyelesaikan desertasinya yang tinggal 30 persen saja, sehingga dapat melakukan promosi doktor di awal tahun 2018 mendatang.

Belajar dari Kecil 

Ayahnya bernama Habib Husein bin Muhammad Syihab, dan ibunya, Syarifah Sidah Alatas. Ayahnya meninggal ketika Rizieq ia masih berumur 11 bulan. Namun sejak berusia empat tahun, ia sudah rajin mengaji di masjid-masjid. Ibunya yang sekaligus berperan sebagai bapak dan bekerja sebagai penjahit pakaian serta perias pengantin, sangat memperhatikan pendidikan Rizieq dan satu anaknya yang lain.

Setelah lulus SD, Muhammad Rizieq Shihab mauk SMP Pejompongan, Jakarta Pusat ternyata jarak sekolah dengan rumahnya di Petamburan, Jakarta Pusat terlalu jauh. Ia pun kemudian dipindahkan ke sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Lulus SMA, Habib Rizieq meneruskan studinya di Universitas Raja Saud, Arab Saudi yang diselesaikan dalam waktu empat tahun dengan predikat cum-laude. Habib Muhammad Rizieq Shihab pernah kuliah untuk mengambil S2 di Malaysia.

Rizieq mendeklarasikan berdirinya Front Pembela Islam (FPI) pada tanggal 17 Agustus 1998. FPI adalah sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang berpusat di Jakarta. Selain beberapa kelompok internal, yang disebut oleh FPI sebagai sayap juang, FPI memiliki kelompok Laskar Pembela Islam. (Poy)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.