Gawat, Rupiah Melorot Hampir Rp13.400 per Dollar AS

Gawat, Rupiah Melorot Hampir Rp13.400 per Dollar AS
Jakarta, Obsessionnews - Pada awal perdagangan Senin (8/6) nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus merosot. Dan ini, merupakan titik terendah dalam 17 tahun terakhir. Di pasar spot Senin pagi ini seperti disuguhkan data Bloomberg, rupiah dibuka rontok ke posisi Rp 13.382 per dollar AS. Ini, lebih rendah ketimbang penutupan pada Jumat pekan lalu Rp 13.290. Pada awal pekan ini, rupiah masih terus dibayangi tekanan pelemahan. Sentimen internal maupun eksternal pun siap menggencet rupiah lebih dalam lagi. Tekanan pelemahan rupiah dan surat utang negara (SUN), diperkirakan berpeluang bertambah hari ini menyusul berita buruk yaitu cadangan devisa yang kembali turun serta indikator tenaga kerja AS yang naik melebihi harapan. Seiring naiknya yield SUN yang mengikuti sentimen global, hingga Jumat (5/6) pekan lalu, rupiah masih dalam tekanan. Selisih yield SUN 10 tahun dengan US treasury masih bertahan di atas 600 basis poin. Sementara dari luar, kenaikan yield Bund Jerman masih terjadi. Ini, menandakan optimisme yang bertahan di zona Euro meski kemungkinan Yunani gagal bayar hutang. Namun, Euro sendiri gagal menguat setelah angka pertambahan tenaga kerja non pertanian AS naik tajam hingga mendorong kenaikan indeks dollar dan US treasury secara bersama-sama. Akhirnya, hal tersebut ikut mendorong kenaikan suku bunga The Fed (bank sentral AS) menjelang FOMC meeting pada 16-17 Juni mendatang. Sementara angka neraca perdagangan Tiongkok, pagi ini diperkirakan memburuk. (MBJ)