Founder Blood for Life, Valencia Mieke Randa

Founder Blood for Life, Valencia Mieke Randa
Founder Blood for Life, Valencia Mieke Randa

Kepedulian besar di dunia sosial menjadi perhatiannya. Dia rela melepas karier menjanjikan demi mencurahkan waktu dan tenaga untuk membantu menyelamatkan nyawa banyak orang.

Ketika orang lain merasa terlalu sibuk untuk membantu banyak orang, Valencia Mieke Randa justru mendedikasikan dirinya untuk orang-orang yang perlu pertolongannya. Perempuan yang akrab disapa Silly ini adalah pendiri Blood4Life, gerakan yang mempermudah pertemuan antara pasien yang membutuhkan transfusi darah dengan pendonor, hanya lewat media sosial.

Berawal dengan aktivitasnya sebagai blogger yang aktif di media sosial dan Twitter, dia mampu mendorong sebuah gerakan kemanusiaan yang menghasilkan efek luar biasa. Lebih dari 36.000 anggota bergabung dari berbagai pelosok Tanah Air. Dengan jumlah member sebanyak itu, komunitas Blood For Life hadir membantu Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi akses cepat bagi pasien untuk mendapatkan pendonor saat darurat. Tak heran, Blood for Life pernah disematkan Google Chrome Web Hero’s Indonesia.

Selain Blood4LifeID, Silly juga mendirikan ‘3 Little Angels’, BFL Action, dan Little Step. Terakhir, dia meresmikan Rumah Harapan Indonesia. Lewat rumah tinggal sementara ini, dia membantu memberikan fasilitas tempat bernaung khusus untuk anak-anak berpenyakit kritis dari keluarga kurang mampu di luar daerah yang harus dirujuk untuk menjalani perawatan dan pengobatan di rumah sakit di Jakarta.

Ide ini muncul tiga tahun lalu, saat dirinya sedang berkunjung ke rumah sakit dan melihat banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu harus tidur dan menginap di selasar rumah sakit.

“Di sini bisa ditampung 36 anak penderita kanker untuk tidur di kamar yang nyaman, tersedia pengobatan, transport pulang pergi ke rumah sakit, diapers, susu, makanan, dan kebutuhan lainnya. Semuanya free,” jelas pendiri Rumah Harapan Valencia Care Foundation (RHVCF) ini.

Dia melanjutkan, “Saya percaya happiness is the best medicine. Kita harus membangun suasana menyenangkan di sana, karena ketika mereka bahagia, sel-sel tubuh akan bergenerasi dengan sempurna dan tubuh merespon setiap pengobatan dengan baik.”

Tak pernah merasa lelah, ibu tiga anak ini menguatkan hati untuk tetap membantu orang-orang yang membutuhkan. “Jika ada yang betul-betul tulus menolong sesama tanpa pamrih, saya percaya Tuhan pasti akan memberi kemudahan dan kebaikan setimpal,” tuturnya dengan yakin.

Obsesi yang masih menggayuti diri Silly sekarang ini adalah keinginan mempunyai rumah singgah, seperti ini di daerah-daerah lainnya di Indonesia. Angie Diyya | Edwin Budiarso)

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2017.

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.