Dirut BRI Maklumi Penundaaan BRISat

Dirut BRI Maklumi Penundaaan BRISat
Paris, Obsessionnews- Dirut PT BRI Tbk, Asmawi Syam, memaklumi penundaan peluncuran BRIsat, yang semula 9 Juni 2016, karena kerusakan roket peluncur. Diperkirakan, perbaikan akan rampung kurang dari 10 hari, dan satelit sudah bisa diluncurkan. "Dalam urusan satelit, kita harus memiliki space humble. Ini urusan angkasa raya. Kita harus rendah hati. Kalau memang ada masalah teknis, kita harus sabar untuk memastikan bahwa semua siap," ungkap Asmawi Syam, seperti dilansir BRI.go.id, Rabu (08/062016). baca juga:BRISat Akan Luncur di ASBRISat Siap Diluncurkan 9 Juni Menurut Asmawi, pihaknya lega karena Arianespace sudah mengetahui faktor penyebab kerusakan yang awalnya disebut "anomali" itu. "Mereka sedang membuat kajian untuk menentukan kapan roket Ariane V bisa berfungsi untuk meluncurkan satelit," ungkap Asmawi. Manajemen Arianespace, kata Asmawi, sangat berhati-hati dalam menangani peluncuran satelit. Selain masalah keamanan, penundaan juga penting untuk menjaga reputasi. Bersamaan dengan BRIsat, Ariane V juga meluncurkan Echostar XVIII, satelit perusahaan asal AS. "Ini semata-mata technical problem dan kami bersyukur karena kerusakan teknis terdeteksi sebelum satelit itu diluncurkan," ujar Asmawi menirukan ucapan CEO Arianespace, Staphane Israel. Teknisi Arianespace menemukan anomali pada fluid connector antara crygenic stage dan launch table. Saat berita ini ditulis, perusahaan tengah mendeteksi penyebab kerusakan teknis itu dan dalam lima hingga 10 hari ke depan, BRIsat dan Echostar XVIII sudah bisa diluncurkan. Kerusakan ada pada roket peluncur, Ariane V, bukan satelit. Satelit dalam BRI dan Echostar XVIII dalam keadaan baik dan siap diluncurkan. Sejak 2003, perusahaan ini sudah meluncurkan 71 satelit dan semuanya berjalan dengan sukses. @reza_indrayana