Bukti Video Bisa Memberatkan Ahok

Bukti Video Bisa Memberatkan Ahok
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat aktif menjabat Gubernur DKI Jakarta di Kepulauan Seribu, Selasa (27/9/2016).

Jakarta, Obsessionnews.com – Sidang kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali di gelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (10/1). Agenda sidang masih mendengarkan keterangan saksi dari jaksa penuntut umum.

Juru Bicara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bogor Raya, Abdul Halim, dan salah satu saksi dari Sekretaris Forum Umat Islam Bogor ‎Wilyudin Abdul Rasyid membawa bukti video yang diyakini bisa memberatkan Ahok.‎

“Barang bukti yang dihadirkan berupa video lengkap berdurasi 1 jam 40 menit yang diunggah Pemprov DKI di channel Youtube, ” ungkap Abdul.

Willyudin dihadirkan oleh JPU karena ia ikut melaporkan Ahok dalam kasus penistaan agama di Polres Bogor. Ia juga pernah tercatat sebagai Ketua Komisi bidang Pengkajian dan Pengawasan Aliran Sempalan dalam Islam, MUI kota Bogor.

Zelain Wilyudin, menghadirkan empat saksi lain, yakni  Pedri Kasman, Burhanudin, Ibun Baskoro, dan H Irena Handono.

Diketahui sidang hari ini merupakan sidang kelima dengan agenda yang sama dengan sidang sebelumnya yakni mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya, Ahok mengaku siap menjalani sidang lanjutan pemeriksaan saksi. Ahok bahkan sudah siap menjalani sidang lebih dari delapan jam seperti pekan lalu.

“Kemungkinan bisa lebih dari delapan jam, karena kan saksinya ada lima, lebih banyak itu,” ujar Ahok saat menghadiri acara bedah buku A Man Call Ahok di Senopati,  Jakarta Selatan, Senin (9/1) kemarin.

Adapun, sambung Ahok, untuk persiapan sidang, ia akan mempelajari setiap berita acara para saksi pelapor.  “Saya pelajari berita acaranya. Pengacara juga sudah siapkan persiapan,” ucapnya.‎ (Albar)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.