Awas! Dua Aksi Demo 28 Oktober Rawan Diadu Domba?

Awas! Dua Aksi Demo 28 Oktober Rawan Diadu Domba?
Mantan Menteri Dalam Negeri Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid.

Jakarta, Obsessionnews.com – Mantan Menteri Dalam Negeri Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid mengingatkan adanya potensi “adu domba” terhadap dua pihak aksi demo yang bisa berakibat bentrokan terkait kabar rencana aksi civitas akademika (mahasiswa, dosen dan pegawai) pada 28 Oktober 2017.

“Kepada sahabat-sahabat Harakah saya ingin memgingatkan, bahwa aksi secara nasional dengan tema ‘MENANGKAL RADIKALISME’ ini perlu diwaspadai, sebab aksi ini diduga kuat digerakkan oleh pihak tertentu yang justeru berseberangan dengan aksi 212,” ungkap Syarwan Hamid dalam siaran persnya, Senin (23/10).

“Demikan, mari sama-sama kita amati terus agar kita tak mengulangi kesalahan yang pernah terjadi,” tuturnya pula.

“Saya sependapat, itu bisa merupakan skenario untuk mematahkan aksi yang pernah dilakukan (414 , 313 dan 212 ),” bebernya.

Oleh karena itu, Syarwan meminta kepada masing-masing daerah supaya meneliti. “Gerakan itu bisa memancing benturan antar warga. Jika itu di dalangi oleh Pemerintah maka berarti Pemerintah telah bermain api, bukan menjadi juru damai malah memainkan peran Radikal,” paparnya.

BEM Patut Lakuklan Klarifikasi
Badan Eksekutif Mahasiswa diminta untuk melakukan klarifikasi di daerah masing-masing terkait adanya rencana aksi civitas akademika (mahasiswa, dosen dan pegawai) pada 28 Oktober 2017.

Berikut ini berpintaan tersebut:

Aksi demo pada 28, Oktober 2017 yang mengatas namakan elemen tertentu dengan tampilan hendak menentang pemerintah harus diklarifikasi secara resmi oleh BEM Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta yang telah dicatut nama serta legalitasnya.

Klarifikasi itu perlu dilakukan agar semua pihak yang tidak paham jangan sampai menjadi korban.

Peringatan Mantan Pejabat semasa Orde Baru, Syarwan Hamid patut menjadi perhatian dan pertimbangan. Karen validitas informasi tersebut sudah rekan-rekan Jurnalis peroleh langsung dari lapangan.

Jika ada klarifikasi resmi dari berbagai yang terkait, utamamya BEM yang resmi di Indonesia, agaknya upaya untuk mengacaukan informasi serta membangun opini publik di negeri kita yang tengah keblinger ini tidak perlu membuat suasana semakin parah.

Meski begitu sejumlah ekemen masyarakat, LSM dan organisasi buruh serta kelompok Jurnalis Independen telah menentukan sikap bahwa seruan aksi pada 28 Oktober 2017 itu semacam jebakan tikus got belaka.

Jika seruan aksi itu sungguh seperti jebakan tikus yang masif hendak dilakukan di seluruh Indonesia, maka dampak buriknya bagi warga masyarakat akan sangat buruk, utamanya bagi para mahasiswa yang kurang paham dengan peta politik mutakhir di tanah air kita.

Untuk itulah elemen, organisasi dan kelompok yang terhimpun diatas meminta BEM yang resmi di seluruh Indonesia memberi keterangan resmi dan klarifikasi yang jelas untuk warga masyarakat luas yang sejatinya siap memberi dukungan untuk semua upaya yang berpihak jelad pada rakyat.

Banten, 23 Oktober 2017

Atlantika Institut Nusantara
Jurnalis Independen Bersatu
Komumitas Buruh Indonesia

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.