Arief Yahya Dorong Daerah Tetapkan Ikon Pariwisata

Padang, Obsessionnews - Pemerintah akan memberikan fasilitas dan anggaran bagi daerah yang sungguh-sungguh mengembangkan pariwisata di daerahnya dengan menjadikan satu ikon sekaligus kawasan yang layak untuk dikembangkan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Arief Yahya meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) segera menentukan satu destinasi wisata yang layak dijadikan sebagai ikon sekaligus menjadi prioritas untuk dikembangkan. Jika sudah dilakukan penetapan dan diusulkan pada Kemenparekraf, maka pemerintah pusat akan memberikan sejumlah fasilitas untuk mendorong pengembangan wilayah dimaksud. "Kita sudah tentukan 10 destinasi wisata yang akan kita jadikan Bali baru, yakni destinasi yang dikembangkan untuk mampu menyedot kunjungan wisata yang tinggi seperti Bali. Kalau Sumbar juga ingin, harus dipilih satu destinasi yang mungkin layak dijadikan ikon atau mungkin disiapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)," kata Arief Yahya ketika memberikan arahan dalam rapat koordinasi pengembangan pariwisata Sumbar di Padang, Kamis (12/5). Arief mengatakan, 10 destinasi wisata di Indonesia yang dikembangkan menjadi Bali baru yakni Tanjung Kelayang, Danau Toba, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, Morotai. Sumbar bisa menyusul, dengan mempersiapkan syaratnya. "Fasilitas yang diberikan untuk pengembangan destinasi wisata diantaranya pembangunan infrastruktur hingga pengurangan pajak. Siapkan lahan 400 sampai 500 hektar, kami dari pusat juga akan dorong investor masuk ke situ," Arief menjelaskan. Dalam kesempatan yang sama Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, Sumbar tidak akan berdiam diri dan akan berupaya menyusun menyusul untuk mengusulkan satu destinasi wisata untuk dijadikan KEK. Saat ini sejumlah Kabupaten/Kota telah banyak mengusulkan pada Pemprov, dan mengaku telah menyediakan lahan. Untuk itu, akan dibentuk tim yang bertugas melihat kesiapan dan mengkaji, lokasi mana yang layak dijadikan KEK. "Sudah banyak daerah yang mengusulkan. Pesisir Selatan dengan Mandeh sudah disiapkan lahan 400 hektar di Bukik Ameh. Kepulauan Mentawai menyiapkan lahan di Siberut 300 hektar. Ada lagi Harau, Istano Basa Pagaruyung. Semua usulan kita terima, lalu diverifikasi dulu. Benar-benar siap tidak," sebut Irwan. Sementara itu, sesuai arahan Menparekraf Arief Yahya terkait penetapan positioning sesuai karakter wisatawan yang berkunjung sebelum mengembangkan pariwisata, seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota menyepakati menjadikan Sumbar sebagai destinasi wisata halal, seperti yang telah dilakukan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTT) dan Aceh. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)





























