Anggaran TNI Kurang, Program Bela Negara Tersendat

Jakarta, Obsessionnews - Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menilai, program bela negara yang dicanangkan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sepertinya perlu dipertimbangkan lagi. Sebab, untuk merekrut 100 anak muda membutuhkan dana yang besar. Sementara itu, konsep bela negara meski tidak sama dengan wajib militer. Tetap saja kata dia, masih perlu ditinjau ulang. Menurutnya, dari pada anggaran itu dialokasikan untuk bela negara, mending digunakan untuk pembelian alutsista. Diketahui anggaran TNI masih kurang. "Uangnya dari mana? Untuk anggaran TNI dalam pengadaan alutsista saja pemerintah malah menguranginya," ujar TB di DPR, Senin (12/10/2015 malam. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mencontohkan, bila dalam kurun waktu lima tahun kedepan pemerintah bisa merekrut 50 juta orang, dengan anggaran 10 juta untuk satu orang. Maka, dana yang dibutuhkan sekitar Rp 500 triliun. Sementara itu, berdasarkan catatan Komisi I, TNI masih kekurangan anggaran sebesar Rp 36 triliun untuk pembelian alutsista. Jika anggaran itu tidak dipenuhi, ia memprediksi, rencana strategis tahap kedua untuk pembangunan Minimum Essential Force (MEF) pada 2019 mendatang tak akan tercapai.





























