Amany, Wanita Pertama Asal Asteng yang Ceramah di Hadapan Raja Maroko

Amany, Wanita Pertama Asal Asteng yang Ceramah di Hadapan Raja Maroko
Prof. Dr. Amany Burhanuddin Lubis kala memberikan ceramah dihadapan Raja Maroko, Mohammed VI, Sabtu (17/6/2017)

Maroko, Obsessionnews.com – Ceramah di hadapan Raja Maroko Mohammed VI merupakan kesempatan yang luar biasa. Tak banyak orang yang dapat anugerah ini.

Siapa yang beruntung kali ini? Yaitu Prof. Dr. Amany Burhanuddin Lubis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga.

Diperkiraan Amany merupakan perempuan satu-satunya dari Asia Tenggara (Asteng) yang diberikan kepercayaan untuk mengisi ceramah bergengsi di hadapan penguasa Maghreb itu.

Ceramah pada 22 Ramadan 1438 H tersebut dilaksanakan di Istana Raja, kota Casablanca, Maroko, Sabtu (17/6/2017) pukul 17.00 waktu Maroko.

Amany mengisi ceramah “Ad-Durus al-Hasaniyah ar-Ramadhaniyah”. Tidak hanya dihadapan sang Raja, namun disaksikan oleh para ulama, masyayikh, da’i, qari’, pemikir dan cendekiawan Islam dari berbagai negara.

Ad-Durus al-Hasaniyah adalah Pengajian Ilmiah di depan Raja Maroko, yang diadakan setiap bulan suci Ramadan dan diisi oleh para ulama dan cendikiawan Islam dari berbagai negara .

Raja Maroko, Mohammed VI di istana kerajaan Casablanka, Sabtu (17/6/2017)

Seperti diketahui, Amany menyampaikan ceramahnya berjudul,
“بناء الحضارة الإسلامية بين الأصل المشهود والتجديد المنشود”، انطلاقا من قول الله تعالى “والذين تبوءوا الدار والإيمان من قبلهم يحبون من هاجر إليهم ولا يجدون في صدورهم حاجة مما أوتوا ويوثرون على أنفسهم ولو كان بهم خصاصة ومن يوق شح نفسه فأولئك هم المفلحون”

Berikut para ulama dan cendikiawan Islam yang pernah menjadi pembicara pada Durus Hasaniya Ramadhaniya; Syekh Ath-Thahir Ibnu ‘Asyur, Syekh Abul A’la al-Maududi, Syekh Gad al-Haq (Mantan Grand Syekh al-Azhar), Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah, Syekh Abdullah bin Abdul Muhsin at-Turki (Mantan Sekjen Rabithah al-‘Alam al-Islamy), Syekh Abul Hasan an-Nadawi, Syekh Mutawalli asy-Sya’rawi, Syekh Muhammad Said Ramadhan al-Buthi, Syekh Yusuf al-Qardhawi dan Prof. Dr. Said Aqil Siradj.

Sementara pada tahun 2010 dalam acara pengajian Ramadhan Hassaniah di Istana Raja, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj menjadi cendekiawan Indonesia pertama yang mendapat kepercayaan berceramah didepan Mohamed VI. (Popi)

 

Video  Amany sedang ceramah di hadapan Raja Maroko

 

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.