Alasan Adipati Dolken dan Putri Marino Perankan Film Posesif

Alasan Adipati Dolken dan Putri Marino Perankan Film Posesif
Adipati Dolken dan Putri Marino.

Jakarta, Obsessionnews.com – Para pecinta film tanah air akan menyaksikan peran yang berbeda dari aktor Adipati Dolken. Dia memutuskan menerima acting sebagai remaja SMA. Padahal pria kelahiran 19 Agustus 1991 pernah berkata sebaliknya.

Film Posesif yang akan tayang pada Oktober 2017 mendatang membuatnya tak kuasa menolak. Peran Yudhis berhasil membuat pemain film Perahu Kertas dan Jenderal Soedirman ini bertekuk lulut.

Pemenang piala Citra kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik FFI 2013 untuk film Sang Kiai ini merasa tertantang untuk mengembangkan sosok cinta pertama Lala yang kompleks.

“Ini membuat gue harus nge-push diri gue untuk memberi lebih, yang membuat gue semakin matang sebagai aktor,“ ungkap Adipati dalam keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com, Senin (7/8/2017).

 

Selain itu, ia juga diberi kebebasan oleh sutradara Edwin untuk menyumbangkan ide-ide dalam menginterpretasikan Yudhis.

Sementara pemeran utama wanita film Posesif, artis Putri Marino mengungkapkan dirinya sangat mengagumi karya dari sutradara Edwin sejak dulu. Tak heran, aktris pendatang baru berbakat yang dikenal sebagai presenter acara travel and adventure di salah satu stasiun TV swasta ini sangat jatuh cinta dengan karakter Lala.

Alasannya sangat personal, yaitu karena ia sangat dekat dengan karakter Lala kalau sudah berurusan dengan yang namanya cinta.

Putri juga bersyukur karena tim Posesif sangat solid dan sangat membantunya mulai dari proses riset untuk mendalami karakter Lala, selama proses persiapan, khususnya saat membaca skenario, dan juga saat pengambilan gambar untuk film pertamanya ini.

Film ini merupakan kolaborasi unik sutradara Edwin dengan penulis cerita Gina S Noer dan diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, atau biasa dipanggil Eddy.

Film Posesif bercerita tentang Lala (Putri Marino) si atlet loncat indah yang hidupnya jungkir balik setelah menemukan cinta pertamanya, Yudhis (Adipati Dolken), murid baru di sekolahnya.

Janji setia Lala untuk Yudhis malah jadi jebakan, karena cinta Yudhis yang awalnya sederhana dan melindungi ternyata rumit dan berbahaya. Lala pun mengambang dalam pertanyaan: apa artinya cinta?

Apakah seperti loncat indah yang bila gagal, harus ia coba lagi atas nama kesetiaan? Ataukah ia hanya sedang tenggelam dalam kesia-siaan? (Popi)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.