Aksi Ahokers Tak Produktif

Aksi Ahokers Tak Produktif

Oleh: Teuku Gandawan, Putra Aceh, Alumni ITB

 

Aksi apapun yang pro Ahok sebenarnya tidak produktif. Lebih produktif jika para pelaku aksi bunga, balon, lilin, plester dan seterusnya, bersama para donatur aksi dan pendukung aksi membantu tim pembela hukum Ahok menyusun materi untuk Memori Banding.

Aksi-aksi membuang duit ini tak ada pengaruhnya bagi Majelis Hakim Pengadilan Tinggi. Karena tidak memberikan bukti baru. Kalau ditujukan sebagai aksi publik untuk menekan Majelis Banding, apa gak salah itu niat? Bukannya pendukung Ahok  atau Ahoker yang selama ini mencerca Aksi Bela Islam (ABI) sebagai bentuk penekanan atas hukum? Mau menjilat ludah sendiri? Maling teriak maling?

Lagian memangnya bisa Majelis Banding ditekan-tekan. Bedakan dengan ABI. ABI itu tidak menekan persepsi, tapi lebih meminta agar hukum yang ada yaitu Pasal 156 dan Pasal 156a ditegakkan. ABI bukan mengarang-ngarang mencari delik hukum untuk menangkap dan memenjarakan Ahok. Tapi mendorong hukum yang ada ditegakkan.

Berbanding terbalik dengan Aksi Bela Ahok yang merupakan aksi menolak ditegakkannya hukum. Ini menunjukkan sikap plintat-plintut Ahok dan Ahokers memang mau seenaknya sendiri di negara ini. Maunya semua dijalankan sesuai selera mereka. Mereka pikir Indonesia ini pasar kaget yang bisa jalan sekenanya. Mereka tidak paham Indonesia adalah negara merdeka dan memiliki hukum positif yang berlaku bagi semua warganya, di mana hukum ini harus berjalan secara adil dan objektif. (***)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.