Akrobat Elite NU Membingungkan Umat

Akrobat Elite NU Membingungkan Umat

Oleh: Tri Joko Susilo, Ketua Umum Perisai Berkarya, dan mantan Ketua Umum Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI) HMI Cabang Jakarta

 

Komitmen Nahdlatul Ulama (NU), Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Banser NU itu Islam kebangsaan katanya.

Kenapa tokoh agama lain yang mau jadi presiden diundang ceramah di pesantren-pesantren NU? NU mau tokoh agama bukan Islam jadi presiden? Bagaimana jika Indonesia berubah jadi Taiwan atau Singapura? Itukah kebangsaan yang diinginkan NU?

Komitmen NU Islam kebangsaan katanya. Kenapa James Riady yang mau membangun 10.000 sekolah Kristen di Indonesia diundang ke NU? Mau ribuan pesantren berubah jadi sekolah Kristen?

Kenapa Rusdi Kirana menjadi Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)? Kenapa tidak sekalian jadi Waketum NU?

Asal muasal NU itu adalah Nahdlatul Ulama. Kebangkitan Ulama. Dekat dengan ulama. Ulama itu dekat dengan umat Islam.

Beberapa waktu lalu orang kafir jadi pembicara di Rakernas NU. Beginilah kalau akidah sudah tergadai.

Sekelumit keprihatinan masyarakat di luar sana kondisi NU hari ini.

NU di pedesaan dan akar rumput pada umumnya kaget dengan pengelolaan NU yang lepas dari nilai-nilainya yang eksklusif: tradisional dan menjaga aswaja. Bila nilai-nilai khas kita sudah tidak dijaga, apalagi yang kita tampilkan unik dengan yang lain?

Terakhir partai berbasis massa NU, wakil ketua umumnya pun bukan NU, padahal PKB tegas menjaga nilai nilai nahdliyin. Tanpa ciri khas dan tanpa ideologi, tak perlu ada partai atau ormas, karena semua sama dan bebas bablas kerja sama walau melampaui atau menerabas nilai nilai yang dianut. Karena adanya partai atau ormas untuk mempertegas pengelompokan di masyarakat.

Bersyukur sekelompok ulama NU lain ada yang tidak kebablasan. Contoh Gus Sholah yang disowani Pak Tommy Soeharto.

Kita harus menjaga NU sebagai rumah ulama nahdliyin. NU adalah jamu bagi NKRI, jangan kemasukan setan yang memasukkan racun bagi jamu NKRI. NU adalah madu saat resolusi jihad di kota surabaya dulu. Kini ada sebagian elite yang berusaha membelokkan. Akrobat sebagian elite NU ini menimbulkan kebingungan di kalangan umat.

Oleh sebab itu marwah ulama NU seperti Gus Sholah, almarhum KH Hasyim Muzadi, KH Abdullah Faqih dan lain lain adalah ulama yang membawa NU tegak, tidak merunduk.

Suara ulama adalah suara langit. Saatnya bersama ulama, kiai kampung dan santri menyelamatkan NU, menjaga barisan dan mewaspadai inflitrasi jaringan Iran syiah di NU. Resolusi jihad jilid kedua harus digulirkan di internal sendiri. Bangkitkan NU seperti NU era KH Hasyim Asyari.

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.