Ada Jenderal di Kasus Novel? Pimpinan KPK akan Temui Kapolri

Jakarta, Obsessionnews.com – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menemui Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk membahas pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Pertemuan itu dijadwalkan akan berlangsung pekan depan.

“Sepertinya Senin atau Selasa (pekan depan), itu yang dibicarakan. Pak Kapolri sudah bertemu Pak Agus saat buka bersama di DPR, pertemuannya nanti dengan Kapolri ya kalau tidak di Mabes Polri atau KPK,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Jakarta, Kamis (15/6/2017).

Menyoal dugaan adanya keterlibatan perwira tinggi Polisi di kasus penyiraman air keras ke Novel Baswedan, Laode M Syarif mengaku belum mengetahui informasi itu. Kasus yang menimpa Novel ini tidak mempengaruhi hubungan baik antara KPK dan Polri.

“Komunikasi antara Mabes Polri dan KPK telah berlangsung dengan baik, dan akan ada pertemuan antara Kapolri dengan pimpinan KPK,” ujar Laode.

Hari ini adalah hari ke-65 pascapenyiraman air keras terhadap Novel Baswedan pada 11 April 2017 seusai shalat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya hingga mengenai matanya sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapore National Eye Centre (SNEC) sejak 12 April 2017.

Dalam wawancara dengan TIME di Singapura, Novel bahkan mengungkapkan ada seorang jenderal polisi terlibat dalam insiden itu apalagi setelah dua bulan dan kasus itu belum juga selesai.

Memasuki hari ke-64 perawatan di SNEC, dokter melepas membran plasenta yang sebelumnya ditempel melalui tindakan operasi di mata kanan Novel, softlens juga kembali dipasang di mata kanan tersebut.

Pada 10 Mei 2017 lalu, Polda Metro Jaya mengamankan seorang pria berinisial AL yang sempat dicurigai sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Novel tapi pada keesokan harinya, pria itu dibebaskan karena polisi mengedepankan asas praduga tidak bersalah. AL adalah petugas keamanan salah satu spa di wilayah Jakarta.

Selanjutnya pada 18 Mei 2017 lalu, Polda Metro Jaya juga mengamankan seorang pria bernama Miko yang diduga terlibat penyerangan Novel karena ia pernah membuat video di Youtube yang menyampaikan bahwa ia merasa ditekan Novel Baswedan saat menjalani pemeriksaan kasus suap kepada Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar.

Namun pada 19 Mei 2017, Miko dibebaskan karena penyidik memastikan Miko berada di luar Jakarta saat penyerangan terhadap Novel terjadi. Hingga saat ini, belum ada kemajuan berarti dari pengusutan perkara ini. (Has)

Share artikel ini

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.