17 Desa di Jateng Terendam Banjir Bandang

Semarang, Obsessionnews – Sedikitnya 17 desa dilaporkan terendam banjir akibat hujan deras yang melanda Jawa Tengah bagian selatan sejak Sabtu (18/6/2016). Desa-desa tersebut tersebar mulai Kabupaten Banyumas hingga Purworejo. Humas Basarnas Kantor Semarang, Zulharwary Agustianto mengatakan enam desa di Kecamatan Tambak Sumpiuh, Kabupaten Banyumas masiht terendam banjir hingga malam hari. "Desa yang kebanjiran antara lain Selandakan, Sibrama, Karang Gedang, Nusadadi, Sibalung dan Bumiayu," kata dia, Minggu (19/6/2016) malam. Namun, belum ada korban jiwa yang jatuh akibat luapan banjir tersebut. Saat ini, satu tim Pos SAR Cilacap sudah terjun ke lokasi kejadian. Hujan deras juga membuat wilayah Desa Tegalsari dan Desa Bejan di Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo terkena banjir. Terpisah, Kepala Pusat Data Informasi dan HUMAS Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan ketinggian banjur bervariasi antar daerah. Desa Jatiroto dan Desa Purbowangi di Kebumen bahkan sudah terkena banjir sejak Sabut pagi "Tinggi banjir 50-100 centimeter," ujarnya. Laporan banjir juga ada di Purworejo. Sekitar pukul 17.30 WIB sungai Bogowonto dan membuat enam desa yakni Desa Pangen Juru Tengah, Desa Boro Kulon, Desa Tegal Sari, Desa Merjan, Desa Mranti dan Desa Loning kebanjiran. Satu orang diketahui hanyut dan posisinya masih belum ditemukan. Dua KK dilaporkan terdampak banjir. "Regu penyelamat gabungan dari unsur Kodim 0704 BNA, Polres Banjarnegara, Puskesmas Susukan dan warga sudah berkordinasi dengan jajaran terkait untuk melakukan langkah-langkah antisipatif secepatnya," terangnya. Luapan banjir turut merembet ke rel kereta api Ijo-Gombong sekitar pukul 16.00 WIB. Rel tersebut terletak di Desa Bumiagung, Kecamatan Rowolele. Banjir sudah mencapai ketinggian 20 centimeter. Hal itu tentu membahayakan dan sempat membuat keberangkatan kereta lokal terlambat. "Jam setengah enam sore sudah surut," tandasnya. (ihy)





























